Sabtu, 08 September 2012
:(
Ternyata aku tak sedikitpun tau tentangmu. setelah hari itu kau tanya padaku " tau apa kau soal hidupku?".waw, rasanya dihujam. dan benar, aku tak pernah tau apa apa tentang mu. bahkan selama 3 tahun ini aku masih tak bisa mengerti sikap dan jalan pikiranmu. baiklah, memang aku tak tau. dan aku akan bersikap aku memang tak tau, tidak lagi berkelakuan bahwa akulah yang paling tau. sekarang munculkankembali toleransinya, jangan kau anggap seolah olah aku tau segalanya lalu kau tak memberi toleransi sedikitpun atas smua kesalahandan kelalaian yang aku perbuat
Selasa, 27 Maret 2012
mulai hari itu
Setiap pagi aku masih mendengar sayup sayup hati kecilku
memanggilmu.
Aku sadar aku harus bangun, tetika air wudhu mulai mebasahi
wajahku airmata itu turun perlahan. Subuhku menjadi sangat lebay dengan
tangisan yang entah tak tau apa sebabnya. Dengan doa yang sama dengan kemarin.
Ya Robb, aku masih ingin dia menjadi jodohku kelak. Sabarkan
aku dan kuatkan aku.
Aku sangat memaksa ini, iya. Karena aku menyukaimu.
Kuliahku pun menjadi tantangan yang sangat berat, karena
smua otakku penuh dengan sebuah nama ‘F****’
Dan dhuhurku pun sama, menjadi sangat dramatis ketika
airmata itu mulai jatuh lagi, doaku pun masih sama. Semua sama, ketika perlahan
aku membuka suratMu ayat demi ayat aku berulang kali menarik panjang nafasku
yang kian berat. Buliran air itu masih terus mengalir.
Setiap hari aku harus melihat wajahku yang merah di kaca. Aku
ingin berbuat suatu untuk menghentikan semua ini. Tapi aku rasa semakin aku
masuk dan memperbaiki aku semakin hancur.
Ya Robb, aku hanya ingin dia menjadi orang terakhir
dihidupku, dan menjadi imam sholatku kelak. aku masih egois dengan keaadaan
ini. Aku ingin melepasmu, agar aku tidak menjadi penghalang untuk kebahagiaanmu
kelak. tapi hatiku tak cukup kuat dan kau tau aku pun terlalu egois.
Aku iri dengan smua orang yang bisa bersikap dengan acuhnya.
Aku ingin bersikap bahwa ini cukup dan tidak akan ada suatu yang berubah dengan
drastis.
Nyatanya semua berubah, aku menjadi lebih pendiam. Aku menjadi
mahasiswa kupu kupu, aku menjadi memforsir smua pekerjaan dalam diriku. Aku mejadi
pelamun, dan yang paling ku benci adalah aku menjadi cengeng.
Dan sekarang aku hanya stag, berhenti. Aku tak tau harus
lari maju atau mundur. semua terhenti.
Dan Semua menjadi sangat berat mulai hari itu,
Rabu, 28 Desember 2011
sejarah batik bakaran
sebagai anak muda kita juga harus tau soal ini,
biar kelestarian batik kita juga terjaga :)
biar kelestarian batik kita juga terjaga :)
The
Best Handmade Batik in Bakaran Kulon
Sejarah
Batik Bakaran
Selain kuningan Juwana juga mempunyai kerajinan Batik yaitu Batik
Bakaran . Batik Bakaran terpusat pada kedua desa yaitu Bakaran
Wetan dan Bakaran Kulon, masih termasuk Kecamatan Juwana
.
Jaraknya sekitar dua kilometer dari Kota Juwana menuju arah barat laut
(Tayu). Dapat ditempuh dengan naik angkutan ataupun bus mini atau yang
ingin lebih santai bisa menggunakan becak maupun andong.
Batik
Bakaran, mungkin untuk beberapa atau sebagian orang masih asing dengan
nama jenis batik tersebut. Batik ini adalah jenis batik tulis asli
buatan orang Desa Bakaran . Yang jelas bukan merupakan
batik cetak/sablon karena digarap langsung oleh para anggota warga asli
desa bakaran dengan menggunakan perlengkapan yang tergolong masih
sederhana seperti kompor kecil dan canthing untuk menjaga identitas dari
karya seni ini.
Batik
Bakaran ada sejak abad ke 14, pada jaman kerajaan
Majapahit. Pada jaman itu ada seorang penjaga benda-benda seni kerajaan
Majapahit yang bernama Nyi Siti Sabirah atau Nyi Danowati, yang datang
ke Desa Bakaran Wetan karena melarikan diri mencari tempat persembunyian
karena dikejar-kejar oleh tentara Islam karena runtuhnya Kerajaan
Majapahit oleh kekuasaan Islam di pulau Jawa yaitu Demak.
Dalam
persembunyian dan penyamaran di Desa Bakaran Wetan beliau membuat
langgar tanpa mighraf yang sampai sekarang disebut Sigit yang bertujuan
untuk mengelabui tentara Islam bahwa dia sudah memeluk agama Islam.
Dalam persembunyiannya beliau mengajarkan keahliannya dalam membatik
kepada anak cucunya. sehingga turun menurun sampai sekarang.
Motif-motif Batik Bakaran dari Nyi Danowati yang masih berkembang hingga
saat ini adalah motif gandrung, gringsing, sekar baru, sido luhur, sido
muktii, Liris, Manggar dan Kawung.
Dalam
proses perkembangannya Batik Bakaran sudah mengalami transisi. Dari
yang dulunya pewarna batik menggunakan bahan pewarna alam, misal kayu
terogan untuk menghasilkan warna kuning, akar kudu untuk menghasilkan
warna sawo matang, kulit pohon tingi untuk menghasilkan warna coklat.
Tetapi seiring dengan berjalannya waktu penggunaan bahan alam sudah
jarang digunakan karena sulit dalam mencarinya, dan sebagai pengganti
digunakan bahan-bahan dari kimia untuk mempermudah proses pembuatan
batik.
relatifitas
Dalam kehidupan ini setiap orang mempunyai taraf mengerti yang
bebeda.
Lihat saja ketika aku berkata ‘ aku sudah sangat lelah’. Tapi
seorang lain berkata ‘kelelahanmu mungkin tak sebanding dengan kelelahan yang
aku alami’.
Itu bukti bahwa setiap orang mempunyai taraf yang berbeda
tentang lelah. Juga tentang kehidupannya. Tentang memberi, menerima, kasih
sayang, cinta bahkan tentang masalah mereka sendiri . Mereka punya taraf yang
berbeda untuk itu. Tepatnya pun mereka punya cara tersendiri dalam menyikapi
apapun yang mereka lalui dan lakukan.
Faktanya kan memang tidak ada patokan yang pasti tentang
semuanya. Apa ada Patokan seberapa banyak kita harus memberi? Apa ada patokan
yang pasti tentang kelelahan yang sangat??
Semuanya adalah relatifitas yang kita buat sendiri. Ketika
merasa telah cukup menerima maka, itulah kebutuhan kita. Sama, ketika kita
sudah cukup memberi maka itu lah yang bisa beri. Maka jangan dibandingkan
dengan yang lain, karena itu cara kita. Itu cara kita hidup dalah dunia yang
penuh relatifitas ini .
Selasa, 27 Desember 2011
you know that??
saat kau berkata
"belum waktunya" kau menggantung harapanku. tapi kenapa kau tiba-tiba
datang dengan beberapa wanitamu itu? yang tak pernah aku tau. kalau semisalkan
aku bukan apa-apa tegaskanlah bahwa aku bukan apa-apa. jangan kau menggantungku
denngan seribu harapan. karena jelas posisiku kalah dengannya, karena hatimu
berpihak padanya. dan hatiku tak pernah bisa menerima oranglain,bahkan untuk
menghilangkanmu.
tapi rasamu itu
dulu yang membuatku naif dan kokoh akan kepercayaanku bahwa suatu saat kau akan
kembali padaku
Senin, 26 Desember 2011
just ordinary girl: =)
just ordinary girl: =): Kita tidak boleh menghukum seseorang hanya karena orang itu tidak berlaku sepertiapa yang kita inginkan semestinya. Kita merasa jengkel ...
=)
Kita tidak boleh menghukum seseorang hanya karena orang itu
tidak berlaku sepertiapa yang kita inginkan semestinya.
Kita merasa jengkel dan benci karena kita belum mengenal
seorang itu, kalau kita mengenalnya sejengkel apapun kita, sebenci apaun kita.
Pasti dihati kita ada suatu tempat untuk memafkannya
Langganan:
Postingan (Atom)


